Langkah-Langkah Menulis Buku
Instansi :
SMPN 48 Muaro Jambi
Guru :
PPKn
Hari/tanggal :
Senin 20 Juli 2020/ Jam 19.00-21.00 WIB
Pemateri : Akbar Zainuddin
Topik :
Langkah-Langkah Menulis Buku
Assalamualaikum Wr.Wb....
Malam ini narasumber kita adalah
Bapak Akbar Zainudin, kita akan membahas mengenai langkah-langkah menulis buku.
Ada 6 langkah ringkas dalam menulis buku.
· Langkah pertama adalah
tentukan tema. Tema akan menjadi rel yang mengikat dari awal tulisan hingga
akhir tulisan. Bolehkah satu orang menulis beberapa tema buku? Karena terkait
dengan ‘branding’ sebaiknya fokus untuk menulis satu tema tertentu, agar kita
menjadi ahli dan terkenal di tema tersebut.
· Langkah kedua adalah
membuat outline atau daftar isi. Apa fungsi dari outline? Gunanya adalah agar
membuat tulisan kita terarah, bisa membuat jadwal dan target, menghindari
kehilangan ide pada saat menulis dan membantu agar buku cepat selesai. Jika
tidak ada daftar isi buku akan sulit selesai. Inilah salah satu yang sering
diabaikan oleh orang. Outline tidak dipikirkan dan langsung menulis. Akibatnya,
tulisannya tidak terarah atau melenceng kemana-mana. Bukunya akan selesai?
Tentu tidak. Ide itu harus difokuskan dengan membuat outline.
· Langkah ketiga adalah
buat jadwal penulisan. Mulailah membuat jadwal secara rinci dengaan jadwal
tersebut, akan meudahkan kita untuk mengontrol kecepatan menulis. Berikut ini
adalah cara membuat jadwal.
· Langkah keempat adalah tuliskan. Tulis dan selesaikan semua judul artikel, jangan
menyelesaikan dulu satu tulisan hingga sempurna.
· Langkah kelima adalah revisi. Setelah dibuat barulah edit dan revisi tulisan yang telah
selesai. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku. Tahap kedua baru
revisi. Hal yang harus direvisi adalah :
· Langkah keenam adalah kirim ke penerbit. Pertimbangan penerbit adalah bukunya akan laku
atau tidak. Ini terkait dengan kebutuhan masyarakat membaca. Semakin besar
kebutuhan, peluang diterbitkan semakin besar. Hal kedua yang dipertimbangkan
adalah apa bedanya buku kita dari yang lain? Apa kelebihan buku yang kita
tulis? Kita harus tau secara detail tentang hal tersebut, karena akan
ditanyakan oleh penerbit. Ketiga, apa usaha kita untuk membantu pemasaran buku.
Kita harus punya strategi untuk menjual buku kita, misalnya dengan melalui
promosi medsos, seminar, pelatihan dan sebagainya. Kita tidak perlu membayar ke
penerbit, bahkan kita akan mendapat uang royalti yang rata-ratanya 10% dari
buku yang terjual.
Demikianlah resume materi pada malam hari ini, semoga bisa memberi manfaat dan sebagai pemicu semangat untuk kita semua agar bisa terus konsisten dalam menulis. Lebih kurang mohon maaf silahkan tinggalkan like dan komentar...
Mantap, semangat menulis. Main kesini ya www.ninghhani.blogspot.com
BalasHapus